Senin, 22 Februari 2010

teori klasik organisasi

Teori klasik organisasi berkembang pada akhir abad sembilan belas dan awal abad dua puluh kemudian secara umum mulai diakui oleh para ahli organisasi sebagai standar awal untuk menganalisa dan mengarahkan kegiatan organisasi. Teori klasik menekankan pentingnya struktur organisasi dan kontrol administrasi pada kinerja organisasi. Dampak dari teori klasik organisasi telah tersebar luas. Setiap perusahaan besar yang memiliki hirarki administrasi dan sistem aturan formal mengandalkan prinsip mereka pada teori klasik tersebut.

Teori klasik didasarkan pada tiga perbedaan, bidang studi yang dikembangkan secara terpisah oleh para teoritikus berbeda: studi birokrasi, studi teori administrasi, dan studi manajemen ilmiah (Hick dan Gullett, 1975). Teori birokrasi adalah bidang studi akademi yang dipelajari oleh para sosiolog, di mana teoritikus terkenal tersebut salah satunya adalah Max Weber. Teori birokrasi memberikan model deskriptif tentang bentuk dan struktur organisasi hirarki yang efektif. Teori administrasi dan manajemen ilmiah adalah pendekatan paralel yang dipakai dalam mempelajari perilaku organisasi. Keduanya telah dikembangkan oleh para insinyur sebagai strategi preskriptif spesifik dalam menerapkan kaidah-kaidah (yang banyak tercakup dalam hukum birokrasi) hingga praktek aktual yang dilakukan dengan menerapkan standar dan pembentukan aktivitas organisasi. Perbedaan di antara dua pendekatan itu terletak pada ruang lingkup dan fokus pehatiannya. Manajemen ilmiah berhubungan dengan masalah-masalah praktek dan rancangan tugas mikroskopik, sementara teori administrasi berhubungan masalah-masalah perencanaan organisasi makroskopis (Hicks dan Gullett, 1975). Teori administrasi dibangun berdasarkan teori birokrasi dengan menjelaskan strategi spesifik bagi pengembangan struktur dan tugas dalam organisasi yang rumit. Manajemen ilmiah dibangun dengan teori birokrasi yang mengidentifikasi strategi spesifik bagi perencanaan tugas dalam meningkatkan efisiensi organisasi.

referensi :
http://wsmulyana.wordpress.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar